Sekolah Raya

Membangun ke-Indonesia-an Melalui Jendela Pendidikan Berbasis Alam Dan Budaya

Malam Apresiasi Sastra Budaya Menyongsong Peringatan Zelfbestuur 1916

Dalam rangka menyongsong Peringatan 100 Tahun Zelfbestuur (1916-2016), Rumah Baca (Rumba) H.O.S. Tjokroaminoto bekerja sama dengan Rumah Peneleh dan Syarikat Islam menggelar Malam Apresiasi Sastra dan Budaya.

Para penerima tamu adalah penggiat rumba yang kini menjadi panitia acara "haul 100 tahun" pidato H.O.S. Tjokroaminoto di tahun 1916 lalu. Pidato HOS Tjokro muda dengan berani menyampaikan ide mengenai Zelfbestuur, kesadaran nasionalisme yang menolak segala bentuk penjajahan, Indonesia merdeka yang memerintah diri sendiri. 

“Tuan-tuan jangan takut, bahwa kita dalam rapat ini berani mengucapkan perkataan zelfbestuur atau pemerintahan sendiri… Supaya Hindia (Indonesia) lekas dapat pemerintahan sendiri (zelfbestuur)…” 

Malam itu teras depan rumba HOS diubah menjadi ruang pameran, foto-foto Kamera Lubang Jarum karya Sekolah Alam Anak Soleh menghias setiap sudutnya, stand SMP Terbuka Ilalang memperlihatkan hasil kerajinan tangan berbahan koran bekas yang menjadi vas bunga, tempat payung, kap lampu, tempat tisu dlsb.



Malam Apresiasi Sastra Budaya dalam Menyongsong Peringatan Zelfbestuur 1916

Acara Malam Apresiasi Sastra Budaya ini dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya oleh seluruh hadirin, kemudian disusul Tari Ronggeng Blantek oleh 3 siswi SMAN 1 Tarumajaya. 
Malam Apresiasi Sastra Budaya dalam Menyongsong Peringatan Zelfbestuur 1916

Acara berlanjut dengan berturut-turut pembacaan puisi karya Ajip Rosidi, Taufiq Ismail dst. Mendapat kesempatan pertama membaca puisi adalah Syafinuddin Al-Mandari dengan puisi "Sudah lama aku jadi tuhan", dilanjutkan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Wanita Syarikat Islam Ibu Valina Singka Subekti yang membacakan puisi Syair Orang Lapar karya Taufiq Ismail, kemudian Pak Aulia Tahkim membawakan puisi karyanya, lalu Bu Ella Jagad, disambung Haji Aty Cancer Zein membacakan puisi Kepada Arwah H.O.S Tjokroaminoto karya Almarhum Buya Hamka dan seterusnya.

Lebih dari setengah acara diisi dengan kegiatan pembacaan puisi, tarian dan nyanyian. Suasana kesenian lebih pekat, tata pencahayaan dipercayakan oleh panitia kepada kepada rekan-rekan Teater Zat Komunitas Seni bidang Teater di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Jakarta yang juga mengiringi lagu-lagu dengan gitar, Pak Syifa menambah kekayaan musik dengan gesekan biolanya.



Puncak acara adalah pidato kebudayaan oleh Hamdan Zoelva, Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI), mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Indonesia periode 2013-2015. Dalam pidatonya beliau kembali mengingatkan mengenai sejarah munculnya ide pencetusan Zelfbestuur, kondisi-kondisi yang menyebabkan dan relevansinya dengan kondisi bangsa saat ini. 

Dalam kesempatan tersebut beliau berpesan, bahwa kemerdekaan yang sudah dengan susah payah diwujudkan oleh para pendahulu agar tidak disia-siakan, agar diisi dengan prestasi-prestasi yang mengutamakan kesejahteraan rakyat Indonesia. Upaya itu hanya dapat dilakukan jika generasi muda memiliki kualitas yang unggul di segala bidang. Hal mana yang kembali mengingatkan saya akan kalimat HOS Tjokroaminoto "Setinggi tinggi ilmu, semurni murni tauhid, sepintar pintar siasat"


Disarikan dari @bisot eyes

Malam Sastra Budaya Peringatan Zelfbestuur

Harta Karun

Hape-ku bergetar menandakan ada pesan masuk yang harus ku baca dari teman 1 SMA , 1 kamar kost dan 1 tempat kuliahku panggil saja dia Eneng alias Rosinta.

“Nun, rumah lo di Villa Mutiara Gading 1 kan? Tau sekolah Alam Anak Soleh ga?”

Begitulah pesan pertama sebagai salah satu jalan menuju “harta karun” surganya dunia.

Belajar Public Speaking

Lebay? Tidak. Ini bicara soal hati yang sebenarnya tidak dapat di tuangakan lewat rangkaian kata. Aku percaya, kebahagiaan yang sesungguhnya dapat dirasakan setelah melewati proses yang rumit seperti kisah cinta *eaaaaa~~~ 

Sama halnya dengan kami yang melewati perjalanan yang “pajang” alias nyasar, cuaca yang membuat kasur kita lebih posesif dan lain-lain yang berkeliaran di pikiran usia muda kita yang hampir menghilangkan niat untuk bertemu “harta karun”.

Akhir Januari di tahun 2016, kami disambut dengan senyuman yang tulus dari 3 sosok yaitu Kepala Sekolah Bapak Khair, Oom Agus dan Mbak Prita. Kami langsung jatuh cinta dengan semua yang diucapkan oleh 3 sosok tersebut ditambah dengan backsound dari suara dan canda tawa anak-anak SDAAS makin membuat kami merasa......... “Yeah!! It’s the REAL Purpose of Life...!!”

Alhamdulillah, hari Sabtu di ujung bulan Januari tanggal 30 kami diberikan kesempatan untuk berbagai wawasan tentang “Public Speaking”..Kenapa oh kenapa? Hmm... karena Rosinta mempunyai latar belakang kuliah dengan jurusan Komunikasi yang mungkin masih bisa bermanfaat untuk adik-adikku di Sekolah Anak Soleh.

Kami berdua saat itu memberikan “pemanasan” materi tentang pengertian dan faktor yang harus diperhatikan dari Public Speaking. Yayyy! Adik-adikku antusias mengikuti cara pembelajaran dari kami berdua. Namun, ada hal yang membuat kami (Aku dan Rosinta) malah justru belajar dari salah satu murid di sana.

Namanya Iwan, Ia adalah murid yang paling unik di sana yang menjadi pusat perhatian kami. Ia berbeda dari yang lain memiliki kebutuhan khusus karena down syndrome yang dihadapinya. Umurnya paling bannyak di antara yang lain yaitu 18 tahun. Tetapi ia memiliki kelebihan yang murid lain tidak miliki, ia sangat percaya diri.

Iwan yang paling semangat dan pertama menunjukkan jari telunjuknya ke udara saat Rosinta menanyakan, “Hayo, siapa yang berani maju ke depan untuk memperkenalkan diri???”

Perkenalan nama, tempat tinggal, hobi, cita-cita dan kegiatan yang di lakukan sehari-hari menjadi perkenalan singkat dari adik-adik yang maju di depan kelas.

Macam-macam sekali karakter adik-adikku di sana. Ada yang pemalu, ada yang super aktif, ada yang gugup dan lain-lain yang membuat kami semakin jatuh cinta terhadap mereka.

Bahagia. Satu kata yang kami rasakan saat itu, yang baru kami rasakan selama 22 tahun kami ada di dunia. Kami baru bisa bermanfaat untuk orang-orang yang sangat mebutuhkan uluran niat baik kita. Tapi tidak ada kata terlambat untuk jadi yang lebih baik.

Terima kasih adik-adikku, terima kasih Sekolah Alam Anak Soleh sudah memberikan warna yang berbeda di hidup kami.

Belajar Public SpeakingBelajar Public Speaking
Belajar Public Speaking

With Love,
Ainun & Rosinta

Belajar Public Speaking

Hour of Code 2015 adalah gerakan global memberdayakan 200 juta anak di lebih dari 180 negara untuk belajar memprogram komputer pada bulan Desember. Di Indonesia Hour of Code 2015 diselenggarakan serentak di seluruh Indonesia antara tanggal 12-20 Desember 2015 secara gratis untuk setiap siswa dan menjadi gerakan nasional Hour of Code terbesar di dunia.

Selama pelaksanaan, anak-anak dan orang dewasa diarahkan untuk bermain game coding dalam kelompok belajar, secara online / offline , sehingga mereka dapat belajar prinsip dasar dari logika dan algoritma pemrograman secara menyenangkan. Kegiatan ini memungkinkan semua orang, dari siswa, guru dan orang tua untuk belajar coding.
Hour of Code 2015 di Sekolah Raya

Prinsip di balik event Hour of Code adalah untuk membentuk kesadaran, membuat siswa, guru, orang tua dan komunitas berani dan percaya diri dalam kondisi mereka saat ini, di sekolah dan komunitas mereka saat ini untuk belajar coding. Kekuatan untuk menciptakan ini sangat kuat di setiap anak muda dan banyak sekali pihak yang suka dengan kesempatan untuk dapat “menciptakan” sesuatu melalui coding.

Dengan motivasi bahwa setiap anak berhak mendapat kesempatan pembelajaran yang sama, tidak terkecuali bagi anak-anak kaum marjinal dan dhuafa, Sekolah Raya pun ambil bagian dalam rangkaian Hour of Code Indonesia. Dipandu oleh relawan-relawan Sekolah Raya yang sebelumnya telah mengikuti Training the Trainer (TTT) pada Rabu, 9 Desember 2015 lalu di kantor redaksi salah satu harian nasional, Sekolah Raya menggelar acara Hour of Code bagi siswa-siswa dari jejaringnya seperti SMP Terbuka Tarumajaya, SMP Terbuka Ilalang, dan Sekolah Alam Anak Soleh pada Sabtu, 19 Desember 2015 di Rumah Baca HOS Tjokroaminoto, Villa Mutiara Gading I Blok H, Desa Setia Asih, Tarumajaya, Bekasi.

Hour of Code 2015 di Sekolah Raya

Liputan:

Hour of Code 2015 di Sekolah Raya

Jambore Relawan Sekolah Raya 2015 yang mengusung tema “Merekam Jejak Relawan”,  merupakan satu kesatuan dan keberlanjutan dari Jambore Relawan Sekolah Raya 2014 yang bertema “Visioning Sekolah Raya”.

“Merekam Jejak Relawan” bertujuan untuk menuliskan kembali pengalaman-pengalaman para relawan pendidikan di Indonesia, mempelajari polanya, untuk kemudian pola-pola tersebut diformulasikan menjadi suatu desain kurikulum pendidikan. Desain kurikulum pendidikan yang akan dihasilkan tentunya diharapkan sejalan dengan semangat Sekolah Raya dalam mewujudkan basis pendidikan dengan media utama adalah alam dan budaya.

Jika tahun lalu sebagai tahun pertama penyelenggaran, Jambore Relawan Sekolah Raya diikuti oleh 50 peserta yang baru sebatas berasal dari wilayah Jakarta, Bekasi, dan Malang saja. Di tahun ini mencapai 100 peserta yang memberikan konfirmasi kehadiran, tidak hanya datang dari kawan-kawan penggiat literasi dan pendidikan (Rumah Baca dan Komunitas) yang berdomisili di Jabodetabek. Tidak juga hanya dari kawan-kawan di Pulau Jawa seperti Banten, Bandung, Cirebon, Kediri, dan Malang. Melainkan juga dari kawan-kawan yang datang langsung dari Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah, dan perwakilan kawan-kawan di Nusa Tenggara Timur, hingga Papua.

Sesuai dengan tema “Merekam Jejak Relawan”, maka pada Jambore Relawan tahun ini Sekolah Raya menghadirkan sejumlah narasumber dengan kompetensi dibidang kepenulisan. Mereka adalah Muhammad Farhan (presenter), Ahmad Fuadi (penulis), Fauzan Mukrim (penulis), Stanley Meulen (penulis), Indah Julianti Sibarani (blogger), dan Yosep (jurnalis). Dan Ridho “Cak Ipoel” Saiful yang karena satu dan lain hal di gantikan Mbak Henny Budi Hastuti sebagai fasilitator yang akan memandu berjalannya acara Jambore Relawan Sekolah Raya 2015 di hari kedua.

Berikut serangkaian acara Jambore Relawan Sekolah Raya 2015 – “Merekam Jejak Relawan” yang diselenggarakan di:
Sekolah Dhuafa – Sekolah Alam Anak Sholeh/ Rumah Baca HOS Tjokroaminoto
Vila Mutiara Gading Blok H, Desa Setia Asih - Tarumajaya, Bekasi


HARI PERTAMA
07.00 – 08.30 Registrasi Peserta (bersamaan Makan Pagi)
08.30 – 09.00 Penyambutan: Atraksi Palang Pintu dan Tari Sirih Kuning (tentative)
09.00 – 09.10 Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, 3 stansa
09.10 – 09.15 Pembacaan Susunan Acara
09.15 – 09.20 Sambutan Ketua Panitia
09.20 – 10.45 Materi: Story Telling Menjadi Buku – Ahmad Fuadi (Penulis)
10.45 – 11.45 Paparan: Membangun Indonesia Melalui Jendela Pendidikan – Muhammad Farhan (Presenter)
11.45 – 12.00 ICE BREAKING
12.00 – 13.00 Istirahat – Sholat – Makan Siang
13.00 – 14.00 Perkenalan Sekolah Raya – Agustian (Pendiri Sekolah Raya)
14.00 – 16.00 Materi: Basic Writing – Stanley Meulen (Penulis)
16.00 – 16.30 COFFE BREAK
16.30 – 18.00 Materi: Volunteer’s Diary – Fauzan Mukrim (Penulis)
18.00 – 19.00 Istirahat – Sholat – Makan Malam
19.00 – 20.30 Materi: Penulisan Fitur – Yosep (Jurnalis TEMPO Media)
20.30 – 21.30 Materi: Digital Diary dan Media Sosial – Indah Julianti (Blogger)
21.30 – 22.00 ICE BREAKING
22.00 – 22.10 Penutupan Hari Pertama


HARI KEDUA
07.30 – 08.30 Re-registrasi Peserta (bersamaan Makan Pagi)
08.30 – 08.15 Pembacaan Susunan Acara
08.15 – 09.30 Review Proses Hari Pertama
09.30 – 12.00 Merekam Jejak Relawan
12.00 – 13.00 Istirahat – Sholat – Makan Siang
13.00 – 16.00 Merekam Jejak Relawan
16.00 – 17.00 Penutupan Kegiatan

Salam Kebaikan.
Panitia Jambore Relawan Sekolah Raya 2015

Ketua Pelaksana

Jambore Relawan Sekolah Raya 2015 [Press Release]

H-4 menuju Jambore Relawan Sekolah Raya 2015

“Ih bener lah ini persiapan jambore kayak mau beranak yah. Kepalaku migrain dari Minggu haha.” “Karna responnya di luar dugaan, walau pun nyebar undangan emang banyak.” adalah sekelumit percakapan diantara sesama panitia Jambore Relawan Sekolah Raya tahun ini.

Respon dan atusiasme yang diberikan oleh sejumlah peserta undangan memang lah cukup membuat panitia tergagap dalam menyiapkan agenda Jambore Relawan Sekolah Raya tahun ini, yang mengusung tema “Merekam Jejak Relawan” .  

Namun hal tersebut sekaligus juga memberi semangat baru bagi Sekolah Raya dalam memperluas jejaring literasi dan pendidikan, mengenal lebih banyak kawan bertukar pikiran dalam memformulasikan kurikulum pendidikan berbasis alam dan budaya.

Jika tahun lalu sebagai tahun pertama Sekolah Raya dalam menyelenggarakan Jambore Relawan dengan tema “Visioning Sekolah Raya” diikuti oleh 50 peserta yang baru sebatas berasal dari Jakarta, Bekasi, dan Malang saja.

Di tahun ini lebih dari 70 peserta yang memberikan konfirmasi kehadiran tidak hanya datang dari kawan-kawan penggiat literasi dan pendidikan yang berdomisili di Jabodetabek. Tidak juga hanya dari kawan-kawan di Pulau Jawa seperti Banten, Bandung, Cirebon, Kediri, dan Malang.  Tetapi juga dari kawan-kawan perwakilan di Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur,  hingga Papua.

Tak ketinggalan, narasumber ternama dengan kompetensi yang sesuai dengan tema Jambore Relawan Sekolah Raya tahun ini pun berkenan berbagi bersama dalam kegiatan ini. Mereka diantaranya adalah Muhammad Farhan (presenter), Indah Julianti Sibarani (blogger), Ahmad Fuadi (penulis), Fauzan Mukrim (penulis), dan Stanley Meulen (penulis).

Maka tidaklah berlebihan jika di H-4 menuju Jambore Relawan Sekolah Raya 2015, kami dengan segenap kerendahan hati tetap menjaga harapan dalam do’a, semoga alam semesta memberikan dukungan positif bagi pelaksanaan acara ini.

(Testimoni seorang panitia)

H-4 menuju Jambore Relawan Sekolah Raya 2015

Jambore Relawan merupakan salah satu metode untuk mengapresiasi pribadi pro perubahan, kelompok yang terus berada di garis depan mewujudkan Indonesia yang berjaya. Jambore Relawan Sekolah Raya pertama kali diadakan pada September 2014 dengan mengusung tema “Visioning Sekolah Raya”, dan pada jambore kali ini merupakan evaluasi tahun pertama Sekolah Raya berjalan dan mengusung tema “Merekam Jejak Relawan” yang merepresentasikan pengalaman dan gagasan/ide para relawan yang bergerak di bidang pendidikan.
Jambore Relawan Sekolah Raya 2015: Merekam Jejak Relawan

TEMA JAMBORE
“Merekam Jejak Relawan”

Merekam Jejak Relawan bertujuan untuk menuliskan kembali pengalaman-pengalaman para relawan pendidikan di Indonesia, kemudian mempelajari polanya, dan memformulasi pola-pola tersebut menjadi suatu desain kurikulum pendidikan.

TUJUAN
  • Mendesain kurikulum pendidikan berdasarkan pola yang diperoleh dari pengalaman para relawan pendidikan
  • Ajang silaturahmi dan membagi pengalaman antar jejaring Sekolah Raya dan Penggiat-penggiat di bidang pendidikan di Indonesia
  • Sebagai tahapan rekrutmen dan meningkatkan pengetahuan relawan tentang desain Sekolah Raya
  • Evaluasi satu tahun perjalanan Sekolah Raya
  • Ajang sharing kurikulum pendidikan berbasis alam dan budaya

PELAKSANAAN 

Sabtu-Minggu, 28-29 November 2015
Lokasi : Rumah Baca HOS Tjokroaminoto, Tarumajaya, Bekasi

Jambore Relawan Sekolah Raya 2015: Merekam Jejak Relawan

Open Recruitment Relawan Sekolah Raya


Suka mengajar dan memiliki passion untuk membantu sesama?
Sekolah Raya membuka kesempatan bagi rekan-rekan yang ingin berkontribusi menjadi relawan pendidikan. Persyaratannya
  • Usia 20 – 35 tahun
  • Bersedia meluangkan waktu hari sabtu/minggu untuk mengajar di SD Alam Anak Soleh, SMP Terbuka Tarumajaya Bekasi dan Sobat Kolong (bisa memilih salah satu)

Formulir biodata pendaftaran relawan bisa download DI SINI. Pengisian formulir dikembalikan ke email: admin @ sekolahraya.net paling lambat tanggal 15 November 2015. 

Kegiatan belajar mengajar di Sekolah Raya murni non-profit, profil mengenai jaringan Sekolah Raya yang membutuhkan relawan dapat dilihat di:
  • SD Alam Anak Soleh (klik: www.sekolahalamuntukdhuafa.org)  di Perumahan Vila Mutiara Gading Blok F3 No. 26 Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat
  • SMPT Tarumajaya (klik: Profil) di Kampung Tambun Bulak Rt.01/02. Ds. Samudrajaya Kec. Tarumajaya. Kabupaten Bekasi
  • Sobat Kolong (Klik: Profil) di Kolong Jembatan Season City, Latumeten, Jakarta Barat

Mari bersama kita wujudkan hak memperoleh pendidikan yang layak bagi adik-adik kita yang tidak mampu, namun memiliki harapan yang tidak pernah terbatas.

Open Recruitment Relawan Sekolah Raya

Widya Wisata Kota Tua Jakarta SMP Terbuka TKB Samudrajaya Tarumajaya Bekasi bersama Sekolah Raya Bekasi dilaksanakan tanggal 19 September 2015

Acara ini terselenggara dengan bantuan Komunitas Pejalan Adverslicious, Relawan KFP (Komunitas Filantropi Pendidikan) dan Djuanda Jersey.

Sekolah Raya Widya Wisata SMP Terbuka ke Kota Tua Jakarta


Agenda: 

06.30 : Adik-adik dan pendamping berangkat dari Ds.Samudrajaya Bekasi (dengan bis)
08.00 : tiba di Taman Fatahillah
08.00 - 08.30 : pengarahan, pembagian snack sarapan pagi
08.30 - 09.00 : pembagian kaos, pengumpulan tulisan pendek tentang "kenapa saya ingin ke Kota Tua"
09.00 - 10.30 : Tur Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah)
10.30 - 12.00 : Tur Museum Keramik
12.00 - 13.00 : Ishoma (Istirahat, Sholat, Makan) di Museum Keramik
13.00 - 14.30 : Tur Museum Wayang
14.30 - 15.00 : Menuju Masjid Istiqlal
15.00 - 16.00 : di Masjid Istiqlal
16.00 : pulang




Widya Wisata SMP Terbuka ke Kota Tua Jakarta